Pondok Pesantren Al Faruq As Salafy Li Tahfizhil Quran Purwokerto hadir dengan visi pendidikan yang memadukan kekuatan tradisi keilmuan pesantren salaf dengan pembinaan Al-Qur’an yang terarah dan berkesinambungan.
Sistem pendidikan dikembangkan dengan tetap berpegang pada kajian kitab-kitab turats (kitab kuning) sebagai sumber pembelajaran ilmu-ilmu keislaman, sekaligus menjadikan Tahfizhul Qur’an sebagai program utama. Santri tidak hanya diarahkan untuk mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga dibimbing untuk memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik, memahami kandungannya, serta mengenal ilmu-ilmu agama berdasarkan pemahaman Salafush Shalih.
Pendidikan di Al Faruq dirancang secara bertahap sesuai dengan usia, kemampuan, dan perkembangan akademik santri. Setiap jenjang memiliki target pembelajaran yang saling berkesinambungan, sehingga perjalanan pendidikan santri dapat berkembang dari mengenal dan mencintai Al-Qur’an, menghafalnya, memahami ilmu agama, mendalami kitab-kitab ulama, hingga memiliki kemampuan untuk melanjutkan pendidikan dan berkontribusi di tengah masyarakat.
1. JENJANG TARBIYATUL AULAD
Mengenal Al-Qur’an, Menanamkan Cinta kepada Ilmu dan Adab
Tarbiyatul Aulad merupakan jenjang pendidikan awal bagi anak usia 5–7 tahun dengan masa pendidikan selama 2 tahun.
Pada tahap ini, pendidikan diarahkan untuk membangun fondasi keislaman dan kecintaan anak terhadap Al-Qur’an melalui pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan usia.
Materi pembelajaran meliputi:
- Membaca dan menulis Al-Qur’an;
- Membaca dan menulis huruf Latin;
- Pengenalan Aqidah;
- Dasar-dasar Fikih;
- Hafalan dan praktik doa-doa harian;
- Berhitung;
- Pembelajaran dasar sesuai perkembangan anak usia dini.
Santri tidak menginap.
2. JENJANG ULA
Membangun Fondasi Al-Qur’an dan Ilmu Diniyah
Jenjang Ula merupakan pendidikan dasar bagi anak usia 7–12 tahun, setara dengan jenjang SD/MI, dengan masa pendidikan selama 6 tahun.
Program Ula menjadi tahap penting dalam membangun kemampuan dasar santri dalam membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an. Di samping itu, santri mendapatkan pembinaan ilmu-ilmu diniyah serta pengetahuan umum sebagai bekal pendidikan dan perkembangan mereka.
Fokus pembelajaran meliputi:
- Tahsin dan kemampuan membaca Al-Qur’an;
- Tahfizhul Qur’an;
- Ilmu-ilmu dasar Al-Qur’an;
- Aqidah dan Fikih dasar;
- Hadits dan doa-doa pilihan;
- Akhlak dan adab;
- Bahasa Arab dasar;
- Pengetahuan umum sebagai penunjang pendidikan.
Santri tidak menginap.
3. JENJANG WUSTHA
Menguatkan Hafalan, Memperluas Ilmu, dan Membentuk Kemandirian Santri
Jenjang Wustha merupakan pendidikan lanjutan setingkat SMP/MTs yang ditempuh selama 3 tahun dan diselenggarakan secara klasikal.
Pada jenjang ini, pembinaan Tahfizhul Qur’an menjadi salah satu fokus utama. Santri diarahkan untuk meningkatkan kualitas hafalan sekaligus membangun kemampuan memahami ilmu-ilmu agama secara lebih sistematis.
Materi pendidikan meliputi:
- Tahfizhul Qur’an;
- Tahsin dan penguatan kualitas bacaan;
- Bahasa Arab;
- Aqidah;
- Fikih;
- Hadits;
- Tafsir;
- Akhlak dan adab;
- Ilmu-ilmu penunjang Tahfizhul Qur’an dan pendidikan diniyah.
Pendidikan pada jenjang Wustha juga diarahkan untuk membentuk kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, dan pembiasaan hidup dalam lingkungan pesantren.
Santri wajib menginap.
4. JENJANG TA’LIMUL LUGHAH
Mempersiapkan Santri Memahami Khazanah Keilmuan Islam
Ta’limul Lughah merupakan program lanjutan setelah jenjang Wustha yang ditempuh selama 1 tahun. Program ini secara khusus diarahkan untuk memperkuat kemampuan Bahasa Arab sebagai bekal utama dalam memahami literatur dan khazanah keilmuan Islam.
Pembelajaran difokuskan pada peningkatan kemampuan:
- Nahwu dan Sharaf;
- Mufradat;
- Qira’ah;
- Fahmul Maqru’;
- Muhadatsah;
- Kemampuan memahami teks-teks berbahasa Arab.
Program Tahfizh Intensif
Pada jenjang Ta’limul Lughah juga disediakan Program Tahfizh Intensif bagi santri yang telah memiliki hafalan minimal 20 juz dengan hafalan yang mutqin.
Program ini memberikan kesempatan kepada santri untuk memfokuskan pembinaan pada penyempurnaan hafalan Al-Qur’an sehingga diharapkan mampu menyelesaikan hafalan 30 juz secara sempurna dan mutqin.
5. JENJANG ULYA
Mendalami Ilmu Diniyah dan Khazanah Kitab Turats
Jenjang Ulya merupakan pendidikan lanjutan setelah Ta’limul Lughah dengan masa pendidikan selama 3 tahun.
Pada tahap ini, santri diarahkan untuk memasuki fase pendalaman ilmu-ilmu keislaman secara lebih serius. Pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga diarahkan agar santri memiliki kemampuan memahami dan mengkaji kitab-kitab turats serta kitab-kitab syarah.
Materi pembelajaran mencakup berbagai disiplin ilmu diniyah, antara lain:
- Aqidah;
- Fikih;
- Ushul Fikih;
- Hadits;
- Musthalah Hadits;
- Tafsir;
- Ulumul Qur’an;
- Bahasa Arab;
- Akhlak dan Adab;
- Serta kajian kitab-kitab turats dan syarah.
Santri wajib menginap.
6. JENJANG JAMI’AH
Mendalami Ilmu, Mengembangkan Karya, dan Mempersiapkan Pengabdian
Jenjang Jami’ah merupakan pendidikan tingkat lanjutan setelah Ulya dengan masa pendidikan selama 4 tahun.
Program Jami’ah dirancang sebagai tahap pendalaman ilmu sekaligus persiapan santri untuk menjadi pribadi yang memiliki kemampuan akademik, keilmuan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Program pendidikan ditempuh secara bertahap:
Tahun Pertama – Penguatan Al-Qur’an
Santri memperdalam kemampuan Qira’ah dan Tajwid, sebagai fondasi penting dalam menjaga kualitas bacaan dan interaksi dengan Al-Qur’an.
Tahun Kedua dan Ketiga – Pendalaman Ilmu Diniyah
Santri mendalami berbagai disiplin ilmu keislaman melalui kajian yang lebih mendalam serta pembelajaran kitab-kitab yang sesuai dengan tingkat pendidikan Jami’ah.
Tahun Keempat – Karya Tulis dan Pengabdian
Santri diarahkan untuk menyusun karya tulis ilmiah sebagai bentuk pengembangan kemampuan akademik sekaligus melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai sarana mengamalkan ilmu dan berkontribusi kepada masyarakat.
Program Sanad Al-Qur’an
Sebagai bagian dari perhatian terhadap kesinambungan tradisi keilmuan Al-Qur’an, pada jenjang Jami’ah tersedia Program Pengambilan Sanad Al-Qur’an.
Program ini mulai dapat diikuti pada tahun kedua bagi mahasantri yang:
- telah memiliki hafalan Al-Qur’an 30 juz;
- memiliki bacaan Al-Qur’an yang baik;
- memenuhi persyaratan dan lulus seleksi Qira’ah.
Program ini diharapkan menjadi salah satu ikhtiar dalam menjaga sanad keilmuan Al-Qur’an serta melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki hafalan, tetapi juga memiliki bacaan yang benar dan mendapatkan pembinaan secara langsung dalam tradisi talaqqi.
JALUR PENDIDIKAN AL FARUQ
Secara keseluruhan, pendidikan di Pondok Pesantren Al Faruq dirancang sebagai satu rangkaian pendidikan yang berkesinambungan:
Tarbiyatul Aulad → Ula → Wustha → Ta’limul Lughah → Ulya → Jami’ah
Setiap jenjang memiliki target dan karakteristik pembelajaran masing-masing, namun semuanya bermuara pada satu tujuan: membentuk generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, kuat dalam ilmu agama, berakhlak mulia, memahami tradisi keilmuan Islam, serta siap memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat.
Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat pendidikan, kitab-kitab turats sebagai bagian penting dari tradisi keilmuan, dan pembinaan adab sebagai landasan kehidupan santri, Al Faruq berikhtiar menghadirkan pendidikan pesantren yang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kedalaman ilmu, keteguhan prinsip, dan kesiapan untuk mengabdi.
