
Bismillah…
DAUROH NGAPAK KE 4
📖 ” TETAP TERJAGA DAKWAH SALAFIYAH DI TENGAH GELOMBANG SYUBHAT DAN PERMUSUHAN ”
🎙️ AL-USTADZ
USAMAH BIN FAISHOL MAHRI LC HAFIZHAHULLAHU
🎙️ AL-USTADZ
MUHAMMAD AFIFUDDIN HAFIZHAHULLAHU
🎙️ AL-USTADZ ABU ISLAMIL MUHAMMAD RIJAL, LC HAFIZHAHULLAHU
🎙️ AL-USTADZ
ABDURRAHMAN MUBAROK HAFIZHAHULLAHU
🎙️ AL-USTADZ
ABDUL HAKAM AT-TAMIMI HAFIZHAHULLAHU
🎙️ AL-USTADZ ABU ALI
SAIFUL BAHRI HAFIZHAHULLAHU
🕌 MASJID AN-NUUR KALIBAGOR BANYUMAS
DAUROH NGAPAK KE-4
Kompak! Dari Timur hingga Barat
Kemudahan seringkali melalaikan. Melenakan.
Demikian nasihat gurunda kami -al Ustadz Abu Hamzah Yusuf, S.Pd hafidzahullah- di sebuah kajian di Ciamis, pertengahan Juli 2025. Gurunda pengasuh Ma’had Daarul Atsar Tasikmalaya itu mengatakan, jika menghadapi kesulitan hidup maka nikmatilah. Jangan banyak mengeluh.
Toh, setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Kesulitan membuat kita terus berikhtiar dan berdoa. Sedangkan kemudahan kerap melalaikan. Lupa bersyukur.
Kemudahan menghadiri majelis ilmu berskala dauroh -khususnya di Pulau Jawa- kerap melenakan. Dauroh di luar kota yang cuma berjarak 3 jam, kadang masih butuh banyak pertimbangan untuk menghadirinya. Apalagi perjalanan yang butuh waktu lebih dari itu.
Banyak alasan. Salah satunya karena adanya kemudahan. “Ntar aja, nunggu dauroh di daerah sendiri. Kan sebentar lagi juga ada dauroh di sini. InsyaAllah.”
Cerita bisa berbeda jika dauroh berskala besar jarang sekali diselenggarakan di tempat tinggalnya. Semisal yang dialami ikhwah yang tinggal di luar Pulau Jawa. Mereka biasanya berikhtiar kuat agar bisa mendatangi dauroh tersebut.
Seperti yang dilakukan salah satu peserta Dauroh Ahlussunnah Luwu Raya di Palopo (1-3/8), Sulawesi Selatan lalu. Peserta dari daerah berjarak 600 km dari Palopo itu bersepeda motor membonceng istrinya.
Mereka berangkat pada Kamis (31/6) pagi jam 10. Di rest area di perbatasan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan, mereka menginap dengan mendirikan tenda. Hari Jumat jam 3 sore mereka baru tiba di Palopo.
Suami istri itu rela mengorbankan waktu, tenaga dan harta demi hadir di sebuah majelis ilmu. Majelis ilmu yang menghadirkan al Ustadz Muhammad As Sewed hafidzahullah (Pengasuh Ma’had Dhiya’us Sunnah Cirebon Jawa Barat).
Duduk bersimpuh di hadapan gurunda tercinta untuk mendengarkan nasihat dan ilmu. Tidak mudah untuk mendatanginya, namun menjanjikan pahala besar bagi yang mampu melakukannya. Dimudahkan jalannya menuju surga. Lelah yang tak sia-sia.
Sungguh patut disayangkan jika dauroh besar bersama gurunda-gurunda tercinta dilewatkan begitu saja. Seperti di akhir Agustus nanti, Jumat – Ahad tanggal 29-31, digelar Dauroh Ngapak ke-4. InsyaAllah.
Dauroh tersebut bertempat di Masjid An Nur kompleks Ponpes Al Faruq As Salafy Kalibagor Banyumas Jawa Tengah. Dauroh berjudul “Tetap Terjaga Dakwah Salafiyyah di Tengah Gelombang Syubhat dan Permusuhan”. Enam asatidzah pemateri direncanakan dihadirkan di dauroh tersebut.
Mereka adalah al Ustadz Usamah bin Faishol Mahri, Lc (Pengasuh Ponpes As Sunnah Junrejo Batu Jatim); al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy (Pengasuh Ponpes Al Bayyinah Gresik Jatim); al Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc (Pengasuh Ponpes Al Faruq As Salafy Kalibagor Banyumas Jateng); al Ustadz Abdurrahman Mubarok (Pengasuh Ma’had Riyadhul Jannah Cileungsi Jabar); al Ustadz Abdul Hakam at Tamimi (Pengasuh Ponpes Ibnu Umar Pasuruan Jatim); al Ustadz Abu Ali Saiful Bahri (Pengasuh Ma’had Al Manshuroh Mujur, Kroya Jateng). Hafidzahumullah.
Yang menarik, jadwal Dauroh Ngapak ke-4 berbarengan dengan jadwal safari asatidzah Jabodetabek ke Banyumas. Ini artinya di Dauroh Ngapak ke-4 nanti akan berkumpul beberapa asatidzah dari seluruh bagian Pulau Jawa. Dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Kompak.
Asatidzah dari Ma’had Riyadhul Jannah Cileungsi Bogor sepertinya bakal turun full team. Ada al Ustadz Abdurrahman Mubarok, al Ustadz Dzulqarnain, al Ustadz Hammam, al Ustadz Abdurrahman Bengkulu, al Ustadz Abdusy Syakur, al Ustadz Abdullah Bogory. Dari Bogor juga ada al Ustadz Abu Yahya Mu’adz (Pengasuh Ma’had Dzunnurain Parung). Hafidzahumullah.
Asatidzah dari Bekasi direncanakan juga hadir. Mereka adalah al Ustadz Abu Ubaidah (Pengasuh Ma’had Daarul Hadits Annajiyah Setu) dan al Ustadz Abul Hasan Wonogiri (Pengasuh Ma’had An Najiyah Cikarang). Hafidzahumallah.
MasyaAllah. Dauroh Ngapak beneran kompak.
Ayo kita kumpul kompakan bareng ikhwah bersama gurunda-gurunda di Dauroh Ngapak. Kepriwe?
(Abu Zakariyya Thobroni, Kamis 20 Safar 1447/14 Agustus 2025)
https://t.me/geraifathimah/1016
DAUROH NGAPAK & BAZAR KE-4
Aja Ngasi Ora Teka, Ya…
“InsyaAllah. Semoga Allah mudahkan. Rencananya kami lewat Jakarta, mau singgah di ma’had Karawang dulu. Baru setelah itu bergeser ke Kalibagor, naik kereta api,” ujar Abu Atiqah Ziyad, salah seorang ikhwan Kendari Sulawesi Tenggara.
Bersama 3 ikhwan Kendari lainnya, Abu Atiqah Ziyad hendak hadir di Dauroh Ngapak ke-4, 29-31 Agustus 2025 nanti. Dauroh dan bazar yang akan berlangsung di kompleks Ma’had Al Faruq As Salafy Kalibagor Banyumas.
Diperoleh kabar ikhwah Surabaya Jawa Timur telah menyiapkan 1 bus Big Bird berkapasitas 44 orang. Dari Wonogiri Jawa Tengah, rombongan Ma’had Darussalam untuk sementara terdaftar 16 ikhwan, di antaranya 3 asatidzah yang mengiringi. Dari Cirebon Jawa Barat, sudah mendaftar 20 ikhwan yang akan berangkat ke Kalibagor mengendarai sepeda motor. Dari DKI Jakarta, satu mobil 4 penumpang juga sudah berniat berangkat. InsyaAllah.
Enam asatidzah dijadwalkan menjadi pemateri di dauroh 3 hari itu. Mereka adalah al Ustadz Usamah bin Faishol Mahri, Lc (Pengasuh Ponpes As Sunnah Junrejo Batu Jatim); al Ustadz Muhammad Afifuddin as Sidawy (Pengasuh Ponpes Al Bayyinah Gresik Jatim); al Ustadz Abdul Hakam at Tamimi (Pengasuh Ponpes Ibnu Umar Pasuruan Jatim); al Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal, Lc (Pengasuh Ponpes Al Faruq As Salafy Kalibagor Banyumas Jateng); al Ustadz Abu Ali Saiful Bahri (Pengasuh Ma’had Al Manshuroh Mujur, Kroya Jateng); al Ustadz Abdurrahman Mubarok (Pengasuh Ma’had Riyadhul Jannah Cileungsi Bogor Jabar). Hafidzahumullah.
Temane dauroh sing siki main banget kiye. Yaitu, “Tetap Terjaga Dakwah Salafiyyah di Tengah Gelombang Syubhat dan Permusuhan”. Temane ngdedap-ngedapi banget.
Sebuah tema yang relate dengan kondisi sekarang. Tema yang menggelitik yang membuat orang pengin menghadirinya.
Gelombange gedene sepira, permusuhan-permusuhan tekan sapa?Priwe, pengin ngerti jawabane, mbok?
“Dauroh ini begitu menarik karena rangkaian temanya yang spesial. Langsung menyinggung kelompok-kelompok sesat beserta nama-namanya secara jelas. Tema semacam ini kini sudah jarang kita temui. Padahal inilah salah satu ciri khas manhaj salaf: tamayyuz. Memiliki jati diri yang tegas dan berbeda dari ahlul bid’ah,” papar salah satu calon peserta dauroh dari rombongan Ma’had Darussalam Wonogiri.
Tema yang menarik semacam itulah yang membuat peserta dari Malang hendak merapat ke Kalibagor. “Yang bikin menarik untuk datang salah satunya adalah tema daurohnya,” kata ikhwan dari Malang yang berencana naik motor ke Kalibagor berboncengan dengan temannya.
Kabarnya, selain pengin bermajelis ilmu, dia juga hendak berpartisipasi di bazar nanti. Buka lapak jualan bakso. “Pengin mengenalkan bakso Malang,” kata pemilik Bakso Kaki Bromo itu.
Seperti diketahui, Dauroh Ngapak selalu disertai dengan acara bazar. Untuk Dauroh Ngapak ke-4 ini sudah terdaftar 47 pedagang. Dari pedagang busana, herbal, kitab, makanan, minuman, dan jajanan. Mereka berasal dari Purwokerto, Cilacap, Ngawi, Solo, Yogyakarta, dan Bandung.
Bazar memang menjadi daya tarik lain untuk hadir di Dauroh Ngapak. Seperti penuturan Abu Adnan Waluyo, owner LPK (Lembaga Pelatihan Keterampilan) ASAS, Mantingan Ngawi Jawa Timur.
“InsyaAllah 12 orang hadir, 2 mobil,” ujar Abu Adnan Waluyo.
Selain bermajelis ilmu, Dauroh Ngapak sebagai ajang PKL (Praktik Kerja Lapangan) untuk santri LPK ASAS. Selain belajar desain grafis dan akupuntur mereka juga belajar berdagang.
Di Dauroh Ngapak nanti mereka hendak buka lapak jualan herbal. Mempraktikkan ilmu yang telah meraka dapatkan 2 bulan sebelumnya.
Bazar di Dauroh Ngapak bukan hanya ajang refreshing bagi peserta dan santri Ponpes Al Faruq As Salafy Kalibagor. Melainkan juga sebagai upaya penggalangan donasi untuk pembangunan Ponpes Al Faruq As Salafy Cabang Pekaja.
Pembangunan ponpes di Pekaja diharapkan bisa menuju pendidikan yang lebih baik. Yakni, anak didik ditempatkan sesuai jenjang usianya dengan memisahkan jenjang Mutawasith dengan jenjang lainnya. Asrama dan kelas dipisahkan sehingga diharapkan anak didik lebih kondusif dalam belajar. Memberikan ruang terbuka yang lebih untuk kegiatan anak didik di luar KBM.
Tahap pertama pembangunan direncanakan pengadaan 12 kelas, 4 ruangan penunjang, dan 12 kamar mandi. Total luas bangunan tersebut 918 m². Estimasi biaya untuk pembangunan tahap pertama Rp 1.377.000.000.
“Untuk masjid, Alhamdulillah kita bersyukur karena ada ikhwan Purwokerto yang bersedia membangunkan masjid tersebut. Sekarang sudah mulai pengerjaan,” ujar Abu Fahmi Kohir, salah satu pengurus Ponpes Al Faruq As Salafy Kalibagor.
Abu Fahmi Kohir menuturkan, di bazar nanti dibuka lapak khusus untuk penggalangan donasi pembangunan Pekaja. Lapak tersebut menerima berbagai barang selain dana tentunya. Mulai barang bekas, hasil bumi hingga jasa layanan (keahlian/kesehatan).
Mulane kudu pada teka, ya. Aja ngasi ketinggalan.
Kampak watu nggo ngiris buah. Ngapak bersatu di atas sunnah.
(Abu Zakariyya Thobroni, Kamis 27 Safar 1447/21 Agustus 2025)
